PT RAI, Rumah Harapan Baru N-250

MANTAN Presiden Baharuddin Jusuf Habibie yang kini berusia 76 tahun kembali menunjukkan taringnya dalam dunia penerbangan. Pada Agustus 2012 lalu, salah satu perintis industri dirgantara Indonesia ini, di kediamannya, kompleks Patra Kuningan 13 Jakarta,  meresmikan berdirinya PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang akan bergerak pada bidang usaha pembuatan pesawat terbang swasta pertama di Indonesia.
PT  RAI terbentuk atas kerja sama antara dua perusahaan swasta, yakni PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie yang akan memegang 51 persen saham dan PT Eagle Capital milik Erry Firmansyah, mantan mantan Dirut Bursa Efek Jakarta yang memegang bagian 49 persen saham. BJ Habibie sendiri akan menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Komisaris perusahaan tersebut.
Dalam mewujudkan cita-cita membangun industri kedirgantaraan, perusahaan ini akan tetap mengedepankan putra-putri terbaik Indonesia untuk terlibat di dalamnya. Mereka adalah sejumlah mantan karyawan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) – kini PT Dirgantara Indonesia (PTDI) – yang memutuskan pulang dari luar negeri  ditambah anak-anak negeri yang baru menyelesaikan pendidikan pembuatan pesawat terbang. “Mereka kepingin pulang,” tegas mantan Presiden Republik Indonesia ketiga ini.
Habibie mengatakan bahwa proyek pertama dari PT RAI adalah  membangkitkan pesawat N-250. “Namun semuanya tentu disesuaikan dengan kondisi sekarang. Mesin tentunya akan disesuikan dengan yang baru,” ungkapnya. “Nantinya untuk proyek PT RAI ini akan melibatkan  Kemenristek, BPPT, PT DI dan lain-lain.”
N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (sekarang  PTDI), Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Pesawat yang sempat menjadi bintang pada Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997 hingga sekarang.

Popularity: 2% [?]

Filed Under: Bisnis Aviasi

About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.