banner ad

Billboard Terbang

Para penggemar tayangan balap motor di televisi pasti pernah melihat Valentino Rossi,  seorang juara dunia Grand Prix Moto GP yang sangat terkenal, melesat laju diatas motor balapnya, kamera mini yang terpasang di motor tunggangannya itu menyorot ke tubuhnya yang penuh dengan tampilan sticker atribut sponsorship dari perusahaan yang ikut membiayai perhelatan olah raga balap itu, belum lagi berbagai macam sticker lainnya yang seperti berebut tempat di bodi motornya, wah pokoknya meriah sekali.!


Di arena Formula satu (F-1) juga tidak kalah serunya, sticker yang menempel di mobil balapnya Michael Schoemaker bisa jadi lebih besar dan menyolok, besar atau kecil serta semakin mudah terlihatnya tulisan sticker itu memang akan menentukan jumlah yang harus dibayar perusahaan yang mensponsorinya, ya begitulah event ini disaksikan sekian ratus juta penonton lewat layar kaca dirumah mereka, atau yang langsung menonton di sirkuit balapnya.

Bukan hanya di arena balap atau rally otomotif, pesan sponsor juga hadir pada aktifitas olahraga kedirgantaraan seperti terjun payung, gantole, terbang layang dsb. Dari mulai merk mobil sampai merk minuman ringan, sticker logo sponsornya jelas terpampang di setiap wahana olahraga dirgantara itu.

Ruang Komersial

Semua yang diterangkan diatas umum biasa menyebutnya sebagai ruang komersial (commercial space), bagi penyelenggara event pertandingan olahraga hal semacam ini bisa menjadi ladang penghasilan yang tidak kecil jumlahnya.

Budget yang sangat besar disiapkan oleh perusahaan minuman terkenal yang menjadi sponsor utama perhelatan akbar seperti Piala Dunia atau Olimpiade, tujuannya hanyalah komersial belaka, memamerkan suatu produk agar dikenal dan banyak dibeli orang, meskipun untuk itu biaya yang harus ditanggung relatif besar, tetapi tentu mereka sudah menghitung untung ruginya dengan cermat.

Biaya untuk suatu event apa-pun yang diadakan baik besar atau kecil menjadi kewajiban panitia atau event organizer untuk mendapatkannya, bila me-reka pandai dan punya akses cukup untuk mempresentasikan kegiatan itu ke dunia bisnis dan pengusaha yang bersedia mensponsori, tidak jarang panitia yang justru akan kewalahan kehabisan ruang untuk menempatkan pesan para sponsor itu.
Ruang Komersial di Pesawat Terbang.

Bila kita melancong ke luar negeri dan berkesempatan transit di beberapa Bandara Internasional, kita akan seringkali melihat pesawat berbadan lebar milik maskapai penerbangan di asia yang sangat terkenal, dengan logo maskapainya yang sangat eye catching itu, semua orang pastilah mengenal maskapai dimaksud yang pesawatnya selalu hadir di banyak Bandara terkenal dunia.

Pesawat terbang bisa menjadi ruang komersial yang sangat  ideal, bayangkan saja karena besar dan posisinya yang tinggi menjulang membuat Vertical   Stabilizer (sirip tegak) pesawat seperti Boeing 747 menjadi sangat mudah terlihat dari kejauhan, pas sekali  untuk menempatkan livery logo maskapai penerbangan yang eye catching tadi disitu, apalagi pesawat penumpang komersial saat ini sudah dilengkapi dengan Logo Light, sepasang lampu yang fokus menyoroti Vertical Stabilizer, yang membuatnya semakin mudah melihat apapun yang tampil disitu, sungguh lokasi yang amat strategis, seperti layaknya gambar iklan Billboard di tepi jalan tol, pesawat terbang memang bisa jadi The Flying Billboard..!!

Seandainya livery logo yang berukuran cukup besar dari sebuah maskapai penerbangan memenuhi kedua sisi Vertical  Stabilizer pesawat-pesawatnya sehingga terlihat terang me-  nyolok, pasti akan membuatnya lebih cepat dikenal khalayak ramai, terlebih lagi bila logo itu merupakan identitas Negaranya yang punya makna historis, mitologis dan patriotis tentu dapat membangkitkan rasa kebangsaan yang kuat.!

Ketika berada di aviobridge (garbarata) saat sedang boarding menjelang masuk ke pesawat, dekat pintu pesawat tertera tulisan … The Oficial Carrier of  …, kemudian para penumpang mencari nomor tempat duduknya baik yang di kelas bisnis atau ekonomi, terlihat di sarung sandaran kepala tempat duduk terpampang lagi logo maskapai, walaupun tidak besar tetapi cukup jelas terlihat para penumpang. Memang sebetulnya sekecil apapun banyak sekali ruang yang bisa dan pantas dijadikan ruang komersial di pesawat terbang.
Awak kabin dibeberapa maskapai penerbangan terkadang akan dengan senang hati membiarkan penumpang membawa pulang In Flight Magazine (majalah maskapai penerbangan) atau memberi penumpangnya tambahan makanan untuk take away, dibawa pulang sebagai oleh-oleh atau cendera mata, dengan kemasan karton yang tertulis nama maskapai penerbangannya serta makanan yang juga dikemas bungkusan yang didominasi livery dan logo maskapainya, semua itu tanpa disadari merupakan cara jitu memasarkan maskapai penerbangan itu ke ruang publik yang lebih luas lagi.

Ruang komersial di pesawat terbang sipil yang terdaftar pemanfaatannya tentu harus sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku, setiap otoritas penerbangan baik di Amerika, Eropa atau Indonesia sudah mengakomodasi kebutuhan itu melalui peraturan penerbangan yang sehubungan dan berlaku di Negara masing-masing. (*)

Popularity: 8% [?]

Filed Under: Bisnis Ekonomi

Tags:

About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply