Membidik Peluang Pasar Timur Tengah
aviasi | Jul 05, 2010 | Comments 0
Hubungan historis yang telah terjalin secara harmonis ini, menjadikan peluang pasar ke Timur Tengah cukup terbuka lebar dan sekaligus dapat dijadikan sebagai pintu gerbang lanjutan ke wilayah Afrika. Disamping itu, kekuatan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan sebagai negara yang padat penduduknya di Asia, akan memberi hubungan emosional yang cukup tinggi dan akan dipandang sangat penting oleh Timur Tengah. Negara-negara Timur Tengah yang berpenduduk mayoritas muslim diharapkan akan menjunjung tinggi nilai persaudaraan yang didasarkan pada persamaan agama atau ukhuwah Islamiyyah. Dari sisi sosial budaya, negara-negara Timur Tengah cukup strategis, karena menjadi orientasi dan referensi utama dalam kehidupan sosial budaya dan keagamaan masyarakat Indonesia. Adanya berbagai faktor penting tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meraih kerjasama di berbagai bidang dengan negara-negara di kawasan tersebut. Disisi lain, potensi kekayaan alam Indonesia juga dapat dijadikan komoditi perdagangan ke Timur Tengah, karena kurang lebih 80% kebutuhan negara-negara Timur Tengah berasal dari impor dan yang paling dibutuhkan khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan seperti beras sehingga dapat dijadikan sebagai pasar produk pangan Indonesia. Indonesia juga memiliki kekuatan transaksi keuangan yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah Haji.

Melihat realita tersebut, maka negara-negara di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Jordania, Qatar, Iran, Irak, Oman, Bahrain dan Yaman dipandang sangat potensial bagi Indonesia, baik sebagai sumber investasi, pembiayaan pembangunan, tujuan ekspor, sumber wisatawan dan juga potensi lapangan kerja untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Prospek Angkutan Penerbangan
Berdasarkan data yang ada, rata-rata pasar penerbangan ke Timur Tengah adalah sebagai berikut : Tenaga Kerja 285.000 orang (60%), Umroh 135.000 orang (28%) dan lainnya 56.000 orang (12%), itupun belum termasuk angkutan Haji yang mencapai lebih dari 200.000 orang jamaah per tahun.
Pasar penerbangan Indonesia ke Timteng masih didominasi oleh tenaga kerja, sehingga Indonesia dikenal sebagai negara pengirim TKI. Secara umum jumlah TKI terus mengalami peningkatan, seiring dengan meningkatnya jumlah remitansi yang masuk ke Indonesia yang mencapai hampir USD. 7 Milyar per tahun. Setiap tahun pemerintah Saudi mendeportasi sekitar 700 ribu warga negara asing, sekitar 20.000 orang diantaranya adalah buruh migran asal Indonesia (TKI). Kurang lebih 90% penempatan TKI di Kawasan Timur Tengah kebanyakan di sektor informal .
Meskipun jumlah wisatawan Timur Tengah yang masuk ke Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan, namun dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, perolehan Indonesia terhitung masih sangat minim. Seperti diketahui jumlah wisman asal Timur Tengah yang masuk ke Singapura, Malaysia dan Thailand, rata-rata mencapai diatas 1 juta orang per tahun. Padahal produk-produk pariwisata Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus, lebih islami dan bervariatif dibandingkan negara lain.
Dunia usaha penerbangan yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari industri pariwisata, diharapkan terus membantu pasokan wisatawan sebanyak-banyaknya, khususnya wisatawan asal Timur Tengah ke Indonesia, mengingat potensi pariwisata Indonesia yang cukup besar dan tersebar di 33 provinsi, belum sepenuhnya tergarap secara maksimal. Berdasarkan kerjasama penerbangan bilateral yang menerapkan azas resiprokal, maka maskapai masing-masing negara diberikan izin penerbangan yang sama untuk terbang ke masing-masing Negara. Namun pada kenyataannya maskapai Indonesia belum memanfaatkan secara optimal hak terbang yang diperolehnya. Seperti diketahui, maskapai dari Timur Tengah yang telah masuk ke Indonesia diantaranya Saudia Air (Saudi Arabia), Qatar Airways (Qatar), Etihad Airways dan Emirates (UEA), Kuwait Airways (Kuwait) serta Mohan Air (Iran).
Untuk lebih memacu dan mengantisipasi lonjakan permintaan, maka sejak Februari 2010 lalu, frekuensi penerbangan dari Indonesia ke Jeddah (Saudi Arabia) telah ditambah dari 21 kali menjadi 35 kali perminggu, dengan perincian sebagai berikut : Garuda 11 kali, Lion Air 5 kali, Batavia Air 3 kali dan direncanakan segera menyusul Pelita Air sebanyak 7 kali per minggu.
Melihat besarnya potensi negara-negara di kawasan Timur Tengah tersebut, sudah selayaknya Indonesia mengarahkan pandangannya secara serius dan menjadikannya sebagai kawasan alternatif masa depan. Seluruh pelaku dunia usaha penerbangan dan pariwisata perlu duduk bersama, bekerjasama secara sinergis lintas sektoral dan terpadu antar unit terkait seperti : Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Luar Negeri, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sekretariat Negara, Badan Koordinasi Pasar Modal, Menteri Negara BUMN, Depnakertrans, Departemen Luar Negeri, Departemen Perhubungan, Departemen Sosial, Imigrasi, Kepolisian, Pemprov/Kota, PJTKI, BNP2TKI, Pelaku usaha Penerbangan dan Pariwisata serta unit-unit terkait lainnya. Namun kesemuanya tergantung kemauan, kesungguhan dan tekad kita untuk mewujudkannya secara nyata. Bagaimana Indonesia?
(Rahmat Galih Rudyto,
MEA Bussines Development
Project, KSO Pelita Air-Maktour)
Passenger Numbers Freight Tonnes
TOTAL INTERNATIONAL
North Atlantic
North & Mid Pacific
Europe – Asia
Europe – Middle East
Europe – Africa
Within Europe
Within Asia
Within North America
Middle East – Asia
North America – Central America
5.1 %
4.3 %
5.4 %
6.6 %
6.1 %
5.6 %
4.8 %
6.1 %
3.6 %
7.8 %
4.2 %
4.8%
3.6 %
4.2 %
5.3 %
4.0 %
4.3 %
3.6 %
6.3 %
4.9 %
6.8 %
3.6 %
Popularity: 7% [?]
Filed Under: Bisnis Ekonomi
About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.





