Prestasi Garuda di Kancah Internasional
aviasi | Aug 05, 2010 | Comments 0
Pada ajang World Airline Award 2010 yang berlangsung di Hamburg, Jerman ini Garuda berhasil meraih penghargaan sebagai maskapai paling berbenah di dunia (World’s Most Improved Airline) versi The Skytrax. Di posisi kedua ditempati oleh Hainan Airlines dan posisi ketiga ditempati oleh Oman Air. Untuk kategori maskapai terbaik tahun 2010 diraih oleh Asiana Airlines. Posisi ke-2 dan seterusnya dalam empat besar maskapai terbaik tahun ini adalah Singapore Airlines (2), Qatar Airways (3), dan Air New Zealand (4). Sementara untuk kategori maskapai bertarif rendah terbaik dimenangkan oleh AirAsia. Selain itu, Garuda Indonesia juga menerima penghargaan Skytrax 4-star rating. Garuda Indonesia merupakan satu dari 27 maskapai penerbangan dunia yang menyandang peringkat bintang empat dari sebanyak 210 maskapai dunia.
Penghargaan Worlds Most Improved Airline itu sendiri dapat diartikan sebagai pengakuan internasional terhadap keberhasilan Garuda dalam mentransformasi perusahaan secara keseluruhan, sehingga menjadikan Garuda sebagai salah satu maskapai Asia yang paling sukses dan menguntungkan. Financial turn around Garuda selama tiga tahun terakhir menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam memperbaiki dan meningkatkan pelayanan serta kualitas Garuda Indonesia secara keseluruhan.
Setelah sukses melakukan pembenahan dan pengadaan armada baru, Garuda Indonesia akhirnya resmi kembali menerbangi rute ke dan dari Eropa. Ini merupakan prestasi maskapai plat merah Indonesia di kancah internasional yang patut dibanggakan. Persoalan keselamatan penerbangan yang menjadi asal muasal diterbitkanya larangan terbang Komisi Eropa terhadap 4 maskapai Indonesia (termasuk Garuda Indonesia) pada dasarnya merupakan penilaian terhadap pengaturan dan pengawasan keselamatan otoritas perhubungan udara.
Upaya pengendalian internal yang ditunjukan Garuda Indonesia harus menjadi acuan dan contoh bagi maskapai lain di Indonesia dalam menjalankan operasinya. Prestasi Garuda Indonesia juga memberikan pelajaran penting bagi regulator bahwa pengaturan tarif tidak menentukan efisiensi dan profitibilitas maskapai.
Berhasil Berbenah Diri
Garuda Sebrangi Eropa
Maskapai yang didirikan sejak tahun 1949 tersebut akhirnya kembali menyeberangi Eropa. Sebagai langkah awal, Garuda Indonesia membuka kembali penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam melalui Dubai. Amsterdam merupakan kota pertama dari beberapa kota tujuan lain di Eropa yang secara bertahap akan dilayani oleh Garuda Indonesia antara lain Frankfurt, London, Paris, dan Roma.
Peresmian pembukaan kembali rute Jakarta – Amsterdam (via Dubai) tersebut dilaksanakan di Gate E4, Terminal 2E Bandara Soekarno – Hatta oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar pada tanggal 1 Juni 2010 yang lalu. Dengan demikian, Garuda kini melayani pelancong antara Asia dan Eropa. Dengan dibukanya kembali rute ini, Garuda Indonesia merupakan maskapai Indonesia pertama yang membuka penerbangan ke Eropa setelah larangan terbang di wilayah udara Eropa dicabut sejak bulan Juli tahun lalu.
Sebagai catatan, Garuda adalah salah satu dari empat maskapai dalam negeri yang telah mendapatkan pencabutan larangan terbang ke Eropa. Ini merupakan hasil keputusan sidang selama tiga hari (tanggal 30 Juni – 2 Juli 2009) Komite Keselamatan Udara (Air Safety Committee) Uni Eropa. Hasilnya, komite tersebut mengeluarkan pendapat yang positif mengenai kemajuan kinerja keselamatan penerbangan maskapai Indonesia dan merekomendasikan untuk mencabut larangan terbang ke wilayah Eropa kepada Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast Indonesia, dan Premiair.
Bagaimanapun juga, beragam pembenahan dan dibukanya kembali penerbangan ke Eropa akan semakin membuat Garuda eksis sebagai maskapai papan atas dunia. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan bahwa Eropa akan memainkan peran yang penting dalam strategi pengembangan perusahaan lima tahun ke depan, yang mencakup pengembangan jaringan atau rute internasional.
Saat ini Garuda melayani penerbangan ke Amsterdam setiap hari dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200 dengan kapasitas 222 penumpang (36 penumpang kelas eksekutif dan 186 di kelas ekonomi). Khusus untuk Kelas Eksekutif dilengkapi dengan tempat duduk yang yang dapat direbahkan hingga 180 derajat. Pesawat ini juga dilengkapi dengan LCD layar sentuh di semua kelas, sistem state-of-art in-flight Entertainment dengan audio video on demand (AVOD) yang memberikan pilihan 25 film, 250 track audio dan 25 video permainan untuk kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan.(*).
Popularity: 16% [?]
Filed Under: Bisnis Ekonomi
About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.




