Flight Operational Quality Assurance (FOQA)

Industri aviasi yang semakin mendapat tekanan untuk menekan turun angka kecelakaan. Teknologi dan permasalahan yang semakin kompleks membuat semakin sulit menentukan penyebab kecelakaan.

Pada awalnya untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat dilakukan dengan meneliti sisa bagian atau rongsokan pesawat yang naas tersebut. Dalam perkembangannya kemudian pesawat terbang dilengkapi flight data recorder (FDR), namun alat ini dianggap tidak cukup untuk memberikan informasi untuk menentukan penyebab kecelakaan. FDR hanya merekam informasi berupa heading, time, airspeed, altitude, vertical acceleation and time of radio transmitions.Selain FDR juga terdapat cockpit voice recorder (VCR), Namun alat ini juga hanya mampu merekam pembicaraan 30 menit terakhir di cockpit dan komunikasi antara pilot dengan pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC).

Kini, selain hanya mengandalkan data yang didapatkan setelah kecelakaan telah terjadi, tindakan pencegahan dilakukan dengan suatu program dengan cara meng- analisa data pesawat yang sedang terbang dan melakukan identifikasi rutin untuk mencari data dan penyebab kejadian. Program ini sebagai salah satu upaya untuk me- ningkatkan keselamatan penerba- ngan dan tidak untuk mencari-cari kesalahan dari pihak yang menjadi objek pengamatan.

Flight Safety Foundation memperkenalkan istilah Flight Operation Quality Assurance yang dikenal populer dengan nama FOQA. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan data sebagai masukan bagi perbaikan prosedur operasional maskapai, ATC, bandara dan  meningkatkan keterampilan pilot. Data ditransmisikan dari pesawat yang sedang terbang ke darat dan dipantau secara rutin oleh Operation Flight Data Analiys(FDA) dan Flight Data Monitoring (FDM).

FOQA adalah program sukarela yang diselenggarakan oleh maskapai yang bersungguh-sungguh ingin mencapai tingkat keselamatan tertinggi. Pada tahun 2004 FAA (Federal Aviation Administration) menerbitkan Advisory Circular yang memungkinkan maskapai dan pilot berbagi informasi sebagai masukan untuk identifikasi awal penyebab suatu kecelakaan di Amerika. Saat ini FOQA terbukti sebagai program pencegahan yang efektif di berbagai maskapai besar di dunia.

Untuk memonitor dan meng- analisa suatu penerbangan dibutuhkan  Ground Data Replay Analys (GDRAS) yang melakukan proses dari suatu informasi dan  mengubahnya ke dalam berbagai format yang menunjukan angka, grafik, bahkan visual animasi. Ana- lisa dilakukan secara rutin terhadap pesawat yang dilengkapi sensor yang menangkap input dari berbagai parameter di pesawat. Ketika dimana pesawat  melewati batas normal dari prosedur yang ditetapkan, maka sistim akan menunjukan adanya penyimpangan. Temuan tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan mencari informasi penyebabnya dengan memanggil pilot dan mengharapkan keterangan sebagai masukan. Beberapa para-meter yang dipantau dalam sebuah penerbangan  adalah :

  • Approach speed high (below 1000 feet), Kecepatan pesawat yang melalukan pendaratan dibawah 1000 kaki dari permukaan tanah.
  • Climb out speed, Kecepatan pesawat saat menanjak, dimana dibeberapa bandara kecepatannya dibatasi.
  • Deviation below glide slope, Pesawat berada dibawah sudut yang ditetapkan oleh instumen pendaratan (ILS).
  • Exessive bank(turning) on landing, Membelokan pesawat lebih dari ketentuan yang ditetapkan oleh prosedur.
  • Go around, Membatalkan pendaratan menjelang mendarat karena berbagai sebab.
  • Ground proxymately warning, Peringatan dari sistem, bahwa pesawat dalam bahaya membentur tanah.
  • High engine vibration, Vibrasi mesin yang berlebihan dan melewati batas ketentuan pabrik. (TM}

Popularity: 5% [?]

Filed Under: Iptek

Tags:

About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply