Garuda BUMN Pembina Teladan 2010
aviasi | Jul 05, 2010 | Comments 0
Pada tanggal 24-28 Maret 2010, Kementerian Negara BUMN bersama dengan Forum PKBL menyelenggarakan Gelar Karya PKBL BUMN yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran ini diikuti oleh kurang lebih 60 peserta BUMN yang menggiring lebih dari 500 mitra yang siap untuk menampilkan karya unik mereka. Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil dari UKM, khususnya kerajinan khas Indonesia.
PT Garuda Indonesia (Persero) sebagai salah satu BUMN penerbangan terbesar di Indonesia pun turut serta dalam acara ini sebagai bentuk implementasi dari Good Corporate Governance (GCG) yang sejalan dengan rencana transformasi kinerja perusahaan. Membawa 10 mitranya, stand karya anak bangsa yang didukung oleh Garuda Indonesia ini dapat ditemukan di 3 zona yang berbeda.
Mitra Garuda yang turut serta dalam acara ini antara lain adalah Lumintu, Kan Wedana, Lamops, Apip’s, Blida Shop, dan Rumah Batik Minang. Masing-masing dari mereka hadir untuk menampilkan keragaman budaya Indonesia dalam berbagai keunikan produknya. Acara pameran ini dibuka oleh Bapak Mustafa Bakar, Menteri Negara BUMN Indonesia pada hari Rabu, 24 Maret 2010 pukul 16.00 WIB di Cendrawasih Hall JCC.
Pada acara Gelar Karya PKBL BUMN 2010 Garuda Indonesia berhasil menambah pencapaiannya dengan meraih 3 penghargaan – Pembina Teladan, Nominasi Mitra Binaan Teladan, dan penghargaan khusus PKBL BUMN 2010 Award. Berangkat dari tema “Pemberdayaan Alam Menuju Indonesia Hijau”, acara pameran PKBL pun tidak lupa untuk memberikan award untuk mitra binaan dan BUMN pembina. Atas prakarsa Kementerian Negara BUMN, ajang penghargaan in imerupakan sebuah upaya untuk memberikan apresiasi terhadap kesuksesan dan keberhasilan yang sudah dicapai para mitra binaan dan BUMN pembina.
Program Bina Lingkungan Garuda Indonesia
Aktivitas sosial yang dilakukan Garuda Indonesi tidak terhenti pada pembinaan mitra-mitra UKM saja, namun terdapat pula program pembinaan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam. Salah satunya adalah upaya pelestarian hewan penyu dari kepunahan dengan menyerahkan tempat penangkaran penyu di pulau Gili Trawangan, propinsi Nusa Tenggara Barat kepada masyarakat pulau Gili Trawangan dan sekitarnya.
Tempat penangkaran penyu seluas 10 x 24 m yang terletak di pinggir pantai desa Gili Indah telah diresmikan pada tanggal 17 Desember 2009 melalui penandatanganan prasasti peresmian oleh Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat, TGH Zainul Majdi MA, dan Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia, Achirina. Garuda Indonesia juga menyalurkan dana program kemitraan tahun 2009 untuk propinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp. 565 juta, serta dana untuk program bina lingkungan sebesar Rp. 287 juta.
Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Achirina mengatakan bahwa Garuda Indonesia berharap kiranya penangkaran penyu ini dapat mambantu menjaga kelestarian penyu di pulau Gili Trawangan dan memberikan peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui kegiatan ekowisata.
Sebelumnya pada tahun 2007 lalu, Garuda Indonesia juga bekerjasama dengan Pemda Kalimantan Tengah dan WWF melaksanakan penanaman sebanyak 100 ribu pohon jenis Punai, Jelutung, dan Blangiran di areal seluas 250 hektar dalam rangka penanaman kembali hutan di Taman Nasional Sebangau yang terbakar. Program tersebut dinamakan ”one passenger one tree”.
Keikutsertaan Garuda Indonesia untuk membantu kurang lebih 600 mitra binaan merupakan sebuah bukti kepedulian Garuda Indonesia terhadap perkembangan UKM sebagai bagian dari perekonomian negara.Terlebih lagi, produk yang ditampilkan merupakan hasil dari kebudayaan daerah Indonesia yang selaras dengan program Garuda Indonesia Experience. (*)

Popularity: 3% [?]
Filed Under: Liputan Khusus
About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.




