Kementerian BUMN Lantik Direksi Baru PT. Merpati Nusantara
aviasi | Jul 06, 2010 | Comments 0
Bertempat di Kementerian BUMN, Jakarta, (27/05) beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menetapkan Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Direktur Utama (Dirut) baru Merpati menggantikan Bambang Bhakti yang pada saat bersamaan diangkat menjadi Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry. Selain itu, susunan direksi lainnya yang juga ikut dilantik, yaitu Adhi Gunawan (Wakil Direktur Utama), Wisudo (Direktur Teknik), Asep Ekanugraha (Direktur Operasi), Tonny Aulia Achmad (Direktur Niaga), dan Farid Luthfi (Direktur Keuangan dan Administrasi). Pelantikan direksi baru tersebut berdasarkan keputusan Para Pemegang Saham Nomor ; KEP-87/MBU/2010;GARUDA/PS/MZ/SKEP/10.
Pada kesempatan itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar me-minta direksi baru PT. Merpati Nusantara Airlines (Merpati) agar solid dan berkomitmen tinggi melaksanakan rencana bisnis untuk mencapai target efisiensi perusahaan.
“Komitmen direksi baru harus diwujudkan secara konkret, agar target restrukturisasi perusahaan bisa tercapai,” kata Mustafa, usai melantik direksi baru Merpati.
Lebih lanjut Mustafa memaparkan, direksi baru Merpati mengemban tugas berat mengingat kondisi perusahaan yang mengalami masalah yang kritis. Business Plan dalam rangka penyelamatan Merpati telah disusun dengan supervisi PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Di dalam rencana bisnis tersebut dikaji kelayakan pengadaan 15 pesawat jenis MA-60 dari China.
Perusahaan penerbangan plat merah tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 799,8 miliar selama tahun 2010 untuk keperluan restrukturisasi hutang dan operasional perusahaan. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 489,6 miliar dalam bentuk hutang baru, dan Rp 310 miliar untuk operasional dan penambahan armada. Total restrukturisasi hutang Merpati mencapai Rp 3,14 triliun, terdiri atas hutang lama sebesar Rp 2,65 triliun.
Mustafa menuturkan, untuk mendukung pelaksanaan business plan tersebut, pemerintah melalui Komite Restrukturisasi dan Revitalisasi PT. MNA juga akan mengusulkan tambahan pinjaman tahap kedua dari PT PPA. Jika nantinya pinjaman tersebut dipenuhi, hal ini harus disertai catatan bahwa bantuan pinjaman tersebut adalah yang terakhir kalinya. Dia menegaskan kalau saja sampai gagal atau tidak memberikan hasil sebagaimana diharapkan, maka kelangsungan dan eksistensi Merpati akan dipertimbangkan lagi lebih lanjut.
Sementara itu, Dirut Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan pihaknya mempunyai tantangan untuk membesarkan Merpati sehingga mempunyai neraca keuangan yang positif. “Cashflow Merpati di Mei ini benar-benar parah. Tugas bagi kami adalah bagaimana caranya agar kembali positif. Kami akan mengoperasikan lebih banyak armada pesawat untuk mencapai tujuan itu,” ujarnya. (AY/Andi.G)

Popularity: 20% [?]
Filed Under: Liputan Khusus
About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.




