Helikopter, Transportasi Udara Efektif Namun Mahal
aviasi | Aug 02, 2010 | Comments 1
Selama enam puluh tahun terakhir sejak penerbangan pertamanya, helikopter telah berkembang menjadi alat transportasi udara yang semakin nyaman digunakan dan memiliki mesin canggih dengan kemampuan terbang yang luar biasa. Mereka mampu hover (diam di tempat), terbang maju, mundur dan ke samping, dan melakukan manuver diinginkan lainnya.
Igor Sikorsky adalah orang yang mengembangkan helikopter dan menjadi legenda ketika orang berbicara tentang helikopter, sebuah mesin terbang yang kini menjadi kenyataan yang tak bisa dibayangkan awalnya.
Pada awal Milenium baru, ada lebih dari 40.000 helikopter terbang di seluruh dunia. Meliputi peran sipil ambulans udara, laut dan penyelamatan, pemadaman kebakaran, pengawasan polisi, jasa perusahaan, dan melayani rig minyak.
Peran militer helikopter sangat luas, termasuk transportasi pasukan, eksplorasi minyak dan tambang, pengawasan, bahkan penyerangan. Dalam berbagai operasi udara dan di laut helikopter telah menyelamatkan nyawa lebih dari satu juta orang.
Selama empat puluh tahun terakhir, penelitian dan pengembangan dalam banyak disiplin ilmu aeronautika telah memungkinkan untuk peningkatan kinerja helikopter, mengangkat kemampuan rotor utama, keandalan efisiensi dan kecepatan tinggi.
Pengembangan sistim aerodinamis dan perbaikan efisiensi rotor telah memungkinkan helikopter untuk mengangkat muatan lebih berat dan terbang dalam penerbangan level dengan kecepatan melebihi 200 KTS (370 km /jam, 229 mil /jam).
Sejak tahun 1980-an, ada upaya percepatan ilmiah untuk memahami dan mengatasi beberapa masalah teknis yang paling sulit berkaitan dengan penerbangan helikopter, terutama dalam hal keterbatasan aerodinamik yang dikenakan oleh rotor utama.
Desain peningkatan helikopter dan meningkatkan viabilitas menjadi pesawat angkut komersial yang dapat bergerak vertikal dan melaju cepat seperti tilt-rotor semakin berkembang dengan memanfaatkan desain komputer dan munculnya material baru berupa komposit ringan.
Peran Helikopter di Indonesia
Helikopter saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Peran dan fungsinya sangat beragam, dalam keadaan aman maupun darurat, bahkan menjadi kekuatan tempur dalam militer.
Dengan menyadari kondisi geografis dan pertumbuhan penduduk di daerah urban metropolitan, maka peran helikopter di Indonesia dibutuhkan untuk berbagai kepentingan. Industri perminyakan dan pertambangan adalah pemakai helikopter terbanyak di Indonesia. Seringnya bencana alam dan kecelakaan yang membutuhkan mobilisasi tinggi untuk melakukan evakuasi menyebabkan peran helikopter sangat dibutuhkan.
Helikopter juga berperan di bidang pertanian dan kehutanan. Selain digunakan untuk memadamkan api saat kebakaran, kini untuk penanaman kembali hutan (reforest) digunakan helikopter untuk menyebarkan benih pohon di Indonesia. Cara ini dianggap efektif untuk mempercepat penghijauan hutan yang rusak.
Operator helikopter di Indonesia masih didominasi oleh perusahaan yang memiliki kontrak dengan perusahaan perminyakan dan pertambangan. IAT (Indonesia Air Transport), Air Fast, Pelita Air Service, adalah operator utama helikopter di Indonesia. Beberapa perusahaan charter yang menyediakan helikopter untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan adalah ATS ( Air Transport Services), PT. PuraWisata.
Di kota metropolitan, sudah tidak asing lagi melihat helikopter berputar-putar di atas kota. Umumnya di kota-kota besar, helikopter digunakan untuk memantau lalu-lintas, menyiarkan siaran langsung oleh perusahaan televisi, mengangkut orang sakit, bahkan digunakan oleh eksekutif perusahaan untuk menuju suatu tempat karena menghindari macet di darat.
Mengingat peran dan fungsi helikopter yang semakin besar di masa yang akan datang, maka sudah sepantasnya kita memiliki armada helikopter yang cukup. Indonesia bahkan memiliki PT. Dirghantara Indonesia(PTDI) yang masih memproduksi berbagai jenis helikopter dan variannya.
Helikopter memang dikenal efektif untuk digunakan dalam berbagai keperluan dan mengatasi medan yang sulit dijangkau moda transportasi lain. Sayangnya, biaya operasinya mahal. sehingga harga sewa helikopter juga mahal. Kisaran harga untul jenis Bolkow BO-105 adalah US $ 1750 per jam atau Rp. 17 juta-an. Untuk jenis lain, sekitar Rp. 9 jutaan per jam.
Tingginya biaya operasi menyebabkan bisnis sewa helikopter di Indonesia kurang berkembang menurut Iwan Hardja, President Director PT. ATS. Armada ATS yang berpusat di Jonggol memiliki 11 helikopter jenis BO-105.
Umumnya armada digunakan untuk misi kemanusiaan dan pengangkutan orang sakit (medivac). Untuk merespon kebutuhan darurat menurut Iwan, ATS dalam waktu 30 menit dapat menyiapkan pilot menuju lokasi. Saat ini ATS bekerja sama dengan PMI dan RSP. Pertamina untuk evakuasi medikal
(medivac).
Dibalik kelebihan pasti ada kelemahan, demikian juga dengan helikopter. Batas kemampuan pesawat terbang ini antara lain karena kondisi cuaca, tidak mampu bertahan dalam kondisi cuaca buruk, contohnya badai maupun awan aktif CB (cumulonimbus). Sangat rentan terhadap senjata PSU (penangkis serangan udara), tidak mampu terbang tinggi karena kemampuan mesin (engine) berkurang. Hal ini terbukti saat perang di Afganistan dimana helikopter Chinook hanya mampu mengangkut pasukan 10 orang saja untuk mendarat di gunung-gunung serta kondisi temperatur rendah.(*)
Popularity: 45% [?]
Filed Under: Liputan Utama
About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.






Melayani Charter Pesawat Fixed Wing & Rotary Wing hubungi kami di 081210457578 ( Risjon Abdi Damanik )