banner ad

Immigration On Board, Terobosan Maskapai Indonesia

Berdasarkan berbagai  survei mengenai ”preference”  penumpang dalam memilih perusahaan penerbangan yang digunakan, sangat jelas terlihat bahwa selain aspek ”safety -yang bersifat mandatory-, para penumpang menentukan pilihan perusahaan penerbangan yang digunakan terutama karena faktor kemudahan dan kenyamanan yang diperolehnya.

Dalam industri penerbangan yang dimana tingkat persaingan sudah pada level hiperkompetitif dewasa ini – yang ditandai dengan  semakin banyaknya perusahaan-perusahaan penerbangan  baru, baik di dalam maupun luar negeri – maka tuntutan untuk mendapatkan kenyamanan dan  kemudahan semakin menjadi hal yang sangat utama bagi para pengguna jasa.

Pengguna jasa semakin menuntut bahwa mereka dapat melakukan hubungan dan menyelesaikan urusan perjalanannya secara mudah – ”easy to do business with” – dengan perusahaan penerbangan yang akan digunakannya. Dalam kaitan ini, berbagai airlines dewasa ini menawarkan berbagai  produk dan layanan, mulai dari pembukuan melalui internet, pembayaran secara elektronik (online), hingga self check-in yang sangat memberikan kemudahan bagi para calon penumpang.

Sejalan dengan upaya kita memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa kita, maka mulai 1 Februari 2010, Garuda Indonesia  memberikan layanan ”Immigration On Board”, khususnya pada rute penerbangan dari Tokyo ke Denpasar. “Immigration on Board” adalah layanan pemberian visa on arrival (bagi penumpang asing) dan layanan keimigrasian bagi penumpang Indonesia yang dilaksa­nakan di atas pesawat Garuda Indonesia oleh petugas Imigrasi yang disiapkan secara khusus.

Dengan adanya layanan keimigrasian di atas pesawat tersebut maka para penumpang penerbangan kita (terutama para wisatawan dari Jepang yang akan berlibur ke Denpasar) tidak  perlu lagi  harus melakukan antrian selama berjam-jam di counter Imigrasi di bandara seperti yang harus mereka lakukan sebelum ini.

Dengan telah diselesaikannya proses keimigrasian di atas pesawat, maka setibanya di Denpasar, para penumpang yang naik Garuda Indonesia dapat langsung meninggalkan bandara hanya dengan menyerahkan  kartu khusus – yang diberikan oleh petugas Imigrasi saat di atas pesawat – kepada petugas Imigrasi di bandara. Hal ini sungguh sangat memberikan begitu banyak kemudahan dan kenyamanan para pengguna jasa kita.

Dengan kemudahan dan kenyamanan melalui layanan ”Immigration on Board” tersebut, maka terbukti bahwa bukan saja kita dapat mempertahankan tingkat isian penumpang pesawat kita, namun pada saat periode ’low season’ (bulan April dan  Mei) yang biasanya terjadi penurunan, kita dapat mempertahankan dan bahkan melebihi tingkat isian perusahaan penerbangan lain. Sebagai contoh, pada bulan Februari dan April 2010, SLF GA pada penerbangan Narita / Denpasar mencapai di atas 80 % sedangkan kompetitor (perusahaan penerbangan asing)  dibawah 70%.

Dengan adanya layanan ”Immigration on Board” itu pula, maka maskapai kurang perlu menerapkan strategi  ”harga promo” untuk menarik minat pelanggan dan wisatawan Jepang terbang dengan Garuda. Bah­kan Garuda dapat meningkatkan harga penjualan tiket terendah dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar
26.5%  pada bulan Februari dan Maret 2010 dibandingkan periode yang sama tahun 2009, pada bulan April 2010 sebesar 3.3% dan bulan Mei 2010  mencapai sebesar 13%.

Respons positif dan apresiasi juga diberikan oleh para customer dan mitra kerja Garuda  di Jepang. ”Japan Travel Bureau” yang merupakan biro perjalanan terbesar di Jepang baru-baru ini menyatakan : ”Immigration process could be done on board is great charming point”, ”the process for In Flight Immigration Service is very easy for passenger, and it is very good that other process is smoothly upon arrival at Denpasar”.

Untuk menjaga standar  layanan yang kita berikan, maka Garuda juga memberikan pelatihan khusus (“Service Excellent”) kepada para petugas Imigrasi yang bertugas memberikan layanan ”Immigration On Board” dalam penerbangannya. Hingga saat ini, lebih dari  120 petugas Imigrasi telah mengikuti pelatihan ”Service Excellent” di Diklat Garuda GITC – Duri Kosambi.

Sejalan dengan manfaat yang di­peroleh para pengguna jasa, layanan ”Immigration On Board” tersebut saat ini telah dikembangkan ke rute-rute penerbangan internasional lainnya, yaitu pada penerbangan Osaka – Denpasar dan penerbangan ke Amsterdam yang kita buka kembali pada tanggal 1 Juni 2010 lalu. Nantinya, layanan tersebut juga akan kita terapkan pada rute-rute penerbangan Tokyo – Jakarta, Sydney- Jakarta/ Denpasar, Seoul – Jakarta / Denpasar dan Hong Kong – Jakarta.

Dengan semakin meningkatnya penumpang Garuda pada penerbangan rute  internasional karena kemudahan dan kenyamanan yang mereka peroleh dan rasakan melalui layanan ”Immigration On Board”, maka layanan ”Immigration On Board” tersebut saat ini telah menjadi salah satu ”competitive advantage” Garuda.

Dalam kaitan ini semua, mengingat  layanan ”Immigratin On Board” tersebut merupakan inisiatif dan inovasi perusahaan, dan dalam perjalanannya terbukti telah menjadi ”competitive advantage” Garuda Indonesia.

(Arista SE.MM-Pemerhati Penerbangan Niaga)

Popularity: 6% [?]

Filed Under: Seputar Bandar Udara

Tags:

About the Author: Tabloid Aviasi merupakan tabloid penerbangan pertama di Indonesia, yang terbit setiap bulan minggu pertama dengan mengedepankan informasi yang berimbang jujur, berkualitas dan dibutuhkan masyarakat. Untuk menampung setiap perubahan, pembaca memerlukan media yang mampu menganalisis peristiwa dengan mengedepankan prediksi, menghitung probabilitas dan memetakan persoalan secara cermat.

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply